Selasa, 18 Agustus 2026
Pelatihan Energi Terbarukan (Solar panel) bagi Santri Pondok Pesantren darul Muttaqin batu
Foto Pondok Pesantren Darul Muttaqin Batu Jawa Timur
Batu, 4 Agustus 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Teknik Mesin Universitas Brawijaya melaksanakan kegiatan pelatihan energi terbarukan dengan tema “Pelatihan Energi Terbarukan Solar Panel bagi Santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin Batu.” Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi panel surya kepada santri sebagai salah satu solusi energi bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pesantren.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan energi listrik untuk mendukung berbagai aktivitas pondok, mulai dari penerangan, kegiatan belajar, penggunaan perangkat elektronik, hingga kebutuhan operasional harian. Di sisi lain, pemanfaatan energi matahari di Indonesia memiliki potensi besar karena wilayah tropis menerima sinar matahari hampir sepanjang tahun. Oleh karena itu, pengenalan teknologi solar panel kepada santri dinilai penting agar mereka memahami alternatif energi masa depan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Teknik Mesin Universitas Brawijaya memberikan materi mengenai dasar-dasar energi terbarukan, prinsip kerja panel surya, komponen utama sistem pembangkit listrik tenaga surya, serta manfaat penerapannya di lingkungan pondok pesantren. Santri dikenalkan pada beberapa komponen penting, seperti panel surya, solar charge controller, baterai, inverter, kabel, dan beban listrik sederhana. Penjelasan dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami bagaimana sinar matahari diubah menjadi energi listrik yang dapat digunakan.
Selain penyampaian teori, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik sederhana. Santri diajak mengamati bentuk panel surya, memahami arah pemasangan yang tepat, mengenali fungsi masing-masing komponen, serta melihat simulasi penggunaan listrik dari energi matahari. Melalui praktik ini, santri diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam mengenal teknologi energi terbarukan.
Pihak Pondok Pesantren Darul Muttaqin Batu menyambut baik kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan keterampilan santri. Pelatihan solar panel diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran santri terhadap pentingnya penghematan energi, pemanfaatan teknologi tepat guna, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Teknik Mesin Universitas Brawijaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pengetahuan teknologi di lingkungan pesantren. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk mendorong santri agar lebih kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan energi masa depan.
Yuk, ikutan andil dan menjadi bagian untuk pengembangan Pondok, silahkan kirimkan Wakaf, infaq dan shodaqoh anda ke nomor rek berikut: BSI – 7474795227 a.n. Waqaf Pengembangan PP Darul Muttaqin konfirmasi ke : 081235666800 (redi) atau kunjungi langsung pondok kami di Jl. Bima 2, Pendem, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 65324 atau ikuti maps berikut : https://www.google.com/maps/place/Pondok+Pesantren+Darul+Muttaqin+Batu/@-7.9037644,112.5827046,18z/data=!4m14!1m7!3m6!1s0x2e7881981b7afc0b:0x196b0a1a59720add!2sPondok+Pesantren+Darul+Muttaqin+Batu!8m2!3d-7.9038733!4d112.5837077!16s%2Fg%2F11cn0lxp1p!3m5!1s0x2e7881981b7afc0b:0x196b0a1a59720add!8m2!3d-7.9038733!4d112.5837077!16s%2Fg%2F11cn0lxp1p?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI2MDgxNi4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D
Pengabdian kepada Masyarakat Teknik Mesin UB: Pentingnya K3 bagi Santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin Batu
Batu, 4 Agustus 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Teknik Mesin Universitas Brawijaya melaksanakan kegiatan edukasi tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin Batu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai budaya kerja aman, terutama dalam aktivitas praktik keterampilan, perawatan fasilitas pondok, penggunaan peralatan teknik sederhana, serta kegiatan produktif berbasis pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Teknik Mesin Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa K3 bukan hanya penting di lingkungan industri, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Santri dikenalkan pada berbagai potensi bahaya yang dapat muncul di lingkungan pondok, seperti penggunaan alat tajam, instalasi listrik, pekerjaan konstruksi ringan, kegiatan memasak, pengelolaan kandang, serta aktivitas perbengkelan sederhana. Melalui pemahaman K3, santri diharapkan mampu mengenali risiko, mencegah kecelakaan, dan membiasakan diri bekerja secara tertib, bersih, serta aman.
Materi pelatihan meliputi pengenalan alat pelindung diri, tata cara penggunaan peralatan kerja, pentingnya menjaga kebersihan area kerja, serta langkah awal penanganan apabila terjadi kecelakaan ringan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi dan contoh penerapan K3 secara langsung agar santri lebih mudah memahami manfaatnya.
Pihak Pondok Pesantren Darul Muttaqin Batu menyambut baik kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan santri dalam mengembangkan keterampilan praktis. Edukasi K3 diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi santri, baik selama berada di lingkungan pondok maupun ketika terjun ke masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Teknik Mesin Universitas Brawijaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis keterampilan dan keselamatan. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar K3 sejak dini di lingkungan pesantren.
Yuk, ikutan andil dan menjadi bagian untuk pengembangan Pondok, silahkan kirimkan Wakaf, infaq dan shodaqoh anda ke nomor rek berikut:
BSI – 7474795227
a.n. Waqaf Pengembangan PP Darul Muttaqin
konfirmasi ke : 081235666800 (redi)
atau kunjungi langsung pondok kami di Jl. Bima 2, Pendem, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 65324
atau ikuti maps berikut :
https://www.google.com/maps/place/Pondok+Pesantren+Darul+Muttaqin+Batu/@-7.9037644,112.5827046,18z/data=!4m14!1m7!3m6!1s0x2e7881981b7afc0b:0x196b0a1a59720add!2sPondok+Pesantren+Darul+Muttaqin+Batu!8m2!3d-7.9038733!4d112.5837077!16s%2Fg%2F11cn0lxp1p!3m5!1s0x2e7881981b7afc0b:0x196b0a1a59720add!8m2!3d-7.9038733!4d112.5837077!16s%2Fg%2F11cn0lxp1p?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI2MDgxNi4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D
Senin, 10 November 2025
Pelatihan Pembuatan Atap Komposit Serbuk Genting Untuk Santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin batu dari Teknik Mesin UB
Batu, Jawa Timur – Dalam upaya meningkatkan kemandirian dan keterampilan teknis para santri, tim dosen dan mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pelatihan Pembuatan Atap Komposit Serbuk Genting untuk Santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin (PPDM) Batu”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan praktis dan inovatif santri dalam bidang teknologi material, khususnya dalam pembuatan atap komposit berbasis bahan ramah lingkungan.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari di lingkungan Pondok Pesantren Darul Muttaqin yang berlokasi di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Tim pengabdian terdiri atas beberapa dosen antara lain Dr. Ir. Redi Bintarto, ST., M.Eng.Pract, Prof. Anindito Purnowidodo ST.,M.Eng, Dr. Haslinda Kusumaningsih, ST., M.Eng, Dr. Ir. Rudianto Raharjo, ST., M.T dan Ir. Teguh Dwi Widodo, ST., M. Eng. Ph.D. kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa Teknik Mesin UB yang memiliki kompetensi di bidang material komposit dan rekayasa manufaktur. Program ini mendapatkan sambutan hangat dari pihak pesantren karena sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi dan kemandirian santri yang selama ini terus dikembangkan.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Redi Bintarto, ST., M.Eng.Pract menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menanamkan semangat kewirausahaan di kalangan santri. “Kami ingin para santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan terapan yang bisa menjadi bekal mereka untuk mandiri dan berkontribusi dalam masyarakat. Pembuatan atap komposit ini merupakan salah satu contoh penerapan teknologi sederhana yang bernilai ekonomis tinggi,” ujarnya.
Pelatihan diawali dengan sesi pengenalan konsep material komposit, yaitu perpaduan antara dua atau lebih bahan yang memiliki sifat berbeda untuk menghasilkan material baru yang lebih kuat dan fungsional. Dalam hal ini, bahan yang digunakan adalah serbuk genting (limbah pecahan atap tanah liat) yang dicampur dengan resin sebagai bahan pengikat. Pemilihan serbuk genting dilakukan karena material ini banyak tersedia di sekitar lingkungan pesantren dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambahan dalam pembuatan lapisan pelindung atap galvalum.
Pada sesi praktik, para santri dilatih secara langsung untuk membuat campuran serbuk genting dan resin dengan komposisi tertentu, kemudian mencetaknya menjadi lapisan komposit menggunakan cetakan sederhana yang disediakan oleh tim UB. Seluruh proses dilakukan dengan peralatan bantuan yang juga diserahkan kepada pihak pesantren agar kegiatan produksi dapat dilanjutkan secara mandiri setelah pelatihan selesai.
Salah satu santri peserta pelatihan, Hafidz, mengungkapkan rasa antusiasnya mengikuti kegiatan tersebut. “Kami sangat senang karena bisa belajar langsung dari dosen dan mahasiswa UB. Awalnya kami tidak tahu bahwa limbah seperti serbuk genting bisa dimanfaatkan lagi. Sekarang kami jadi paham cara membuat produk yang bisa dijual dan berguna,” tuturnya.
Selain praktik teknis, tim pengabdian juga memberikan materi tambahan tentang manajemen produksi dan kewirausahaan sederhana. Para santri diajarkan cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, serta strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan bisa memiliki daya saing di pasaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan kegiatan pengabdian tidak hanya berhenti pada transfer ilmu, tetapi juga mendorong terbentuknya unit usaha produktif di lingkungan pesantren.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muttaqin, Ust. Azizi Fatoni S.Pd, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada Universitas Brawijaya yang telah memberikan pelatihan bermanfaat bagi santri kami. Kegiatan seperti ini sangat kami harapkan karena memberikan keterampilan praktis yang bisa menunjang masa depan mereka. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dengan program-program lain yang lebih luas,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, tim pengabdian menyerahkan bantuan alat produksi sederhana seperti cetakan komposit, timbangan digital, serta perlengkapan keselamatan kerja kepada pihak pesantren. Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa atap galvalum dengan lapisan komposit serbuk genting memiliki ketahanan panas dan peredaman suara yang lebih baik dibandingkan atap konvensional.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para santri mampu mengembangkan keterampilan baru yang bernilai ekonomi sekaligus berkontribusi dalam pengurangan limbah bangunan di lingkungan sekitar. Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.
Dosen Teknik Mesin UB Terapkan Teknologi Solar Cell di Pesantren Darul Mutaqin Batu
Batu, Oktober 2025 — Tim dosen dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan teknologi lampu tenaga surya (solar cell) di Pondok Pesantren Darul Mutaqin, Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan mendukung kemandirian energi serta meningkatkan akses penerangan ramah lingkungan di lingkungan pesantren.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Fikrul Akbar Alamsyah, S.T., M.T., Ph.D. dari Departemen Teknik Mesin FT-UB, bersama dosen anggota Fransisca Gayuh Utami Dewi, S.T., M.T., Prof. Ir. Djarot B. Darmadi, M.T., Ph.D., dan Dr.-Ing. Victor Yuardi Risonarta, S.T., M.Sc. serta melibatkan dua mahasiswa Teknik Mesin.
Penerangan Mandiri dan Edukasi Energi Terbarukan
Program ini merupakan bagian dari skema pengabdian DIPA FT UB tahun 2025 dengan fokus pada bidang energi terbarukan. Melalui kegiatan ini, tim UB melakukan instalasi sistem solar cell di area strategis pesantren, seperti masjid, asrama santri, dan jalan akses lingkungan.
Selain pemasangan perangkat, tim juga memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada para santri dan pengurus pondok mengenai prinsip kerja energi surya, struktur sistem panel surya, teknik pemeliharaan ringan, serta simulasi penggunaan perangkat. Kegiatan ini bertujuan agar pihak pesantren dapat melakukan perawatan sistem secara mandiri setelah program berakhir.
Hasil dan Dampak Kegiatan
Hingga pertengahan November 2025, kegiatan telah mencapai sekitar 90% kemajuan, mencakup survei lokasi, pengadaan peralatan, pelatihan dasar, serta instalasi sistem solar cell di area masjid utama yang kini telah berfungsi dengan baik. Sistem lampu tenaga surya yang dipasang memanfaatkan panel berkapasitas 100 Wp dengan lampu LED DC hemat energi.
Pihak Pondok Pesantren Darul Mutaqin memberikan dukungan aktif dalam bentuk penyediaan lokasi, bantuan tenaga instalasi, serta komitmen menjaga keberlanjutan sistem penerangan tersebut. “Kami merasa terbantu dengan adanya penerangan yang stabil dan hemat energi ini. Santri kini bisa belajar lebih nyaman di malam hari tanpa khawatir listrik padam,” ujar salah satu pengurus pondok saat pelaksanaan kegiatan.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa Teknik Mesin turut berperan dalam survei, dokumentasi, dan analisis efisiensi sistem, sehingga program ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu energi terbarukan di lapangan.
Ketua tim pelaksana, Fikrul Akbar Alamsyah, Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi sederhana dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. “Kami ingin menghadirkan contoh nyata bahwa teknologi ramah lingkungan bisa diterapkan di mana saja, termasuk di pesantren yang memiliki semangat kemandirian tinggi,” ungkapnya.
Tahap Lanjutan dan Luaran Program
Tahapan selanjutnya mencakup penyelesaian instalasi di dua titik tambahan (asrama dan jalan akses), pengujian performa sistem, serta penyusunan artikel ilmiah dan publikasi media. Selain itu, tim juga tengah mempersiapkan naskah untuk jurnal internal UB dan seminar nasional berjudul Implementasi Teknologi Solar Cell untuk Penerangan Mandiri di Lingkungan Pesantren.
Kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh PNBP Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan dokumentasi kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari para santri dan pengurus pondok yang aktif mengikuti sesi pelatihan dan membantu pemasangan sistem.
Selasa, 10 Desember 2024
Pengabdian pelatihan komposit dari UB untuk santri Darul Muttaqin Batu
Kenyamanan menjadi faktor utama dari suatu hunian, demikian pula Pondok Pesantren yang merupakan tempat tinggal dari santri dan para asatid yang butuh juga mendapatkan kenyamanan. Permasalahan di dalam pondok adalah suhu panas yang terjadi pada saat terik siang hari. Selain itu Ketika hujan suara atap galvalume menjadi semakin membuat suara ustad pengajar tidak kedengaran. Sedangkan baru-baru ini telah ada metode untuk mengurangi suara kebisingan atap galvalume serta mengurangi panas dari konduksi yang terjadi pada siang hari. Yaitu dengan melapiskan bahan alam pada atap galvalume tersebut. Untuk itu tim pengabdian FT UB berinisiatif untuk menerapkan teknologi pelapisan atap galvalume dengan pasir dan epoksi guna mengatasi Sebagian permasalahan yang terjadi.
Gambar 1. Tim Pengabdian UB melakukan survey dan koordinasi di PPDM Batu
Selain memberikan pelatihan kepada para santri, tim juga memberikan bantuan atap galvalume komposit yang telah dibuat kepondok.
Gambar 2. Tim Pengabdian UB melakukan pelatihan pembuatan komposit atap pasir di PPDM Batu
Gambar 3. Atap galvalum yang telah dilapisi pasir oleh tim pengabdian dan disumbangkan kePPDM Batu
Bahan dan peralatan disupport dari dana pengabdian yang ada. Target luaran dari pengabdian ini adalah adanya pelapisan Sebagian atap pondok dengan komposit pasir epoksi serta bertambahnya ketrampilan santri, sehingga apabila diwaktu mendatang dibutuhkan perbaikan ataupun pembangunan, santri akan mampu menyelesaikan dengan baik.
Pondok Pesantren Darul Muttaqin, desa Pendem Kec Junrejo terletak 7 km dari Universitas Brawijaya. Pondok ini menampung 58 santri yang tersebar dari pelosok Indonesia. Keberadaan pondok pesantren ini sangat unik karena terletak di Tengah area persawahan sehingga memungkinkan kegiatannya dilakukan dengan nyaman dan asri. Kenyamanannya juga dirasakan oleh masyrakat karena kegiatan pondok melibatkan melibatkan sebagian anggota masyarakat, selain aktivitas bimbingan rohani yang dilakukan oleh pihak pondok sangat dirasakan masyarakat disekitarnya.
Gambar 3. Keadaan Pondok ditengah persawahan Yang Nyaman dan Asri
Gambar 5. Letak Pondok di dekat Kota Wisata Batu
Pondok Darul Muttaqin pada tahun 2024 ini memulai pemenuhan beberapa fasilitas penting seperti masjid, kamar mandi dan beberapa tempat lain yang diperlukan. Dan Sebagian besar menggunakan material atap galvalume yang memiliki kekurangan panas dan berisik. Atas diskripsi di atas, maka sangat tepat jika dilakukan pengabdian masyarakat yang berupa pelatihan dan bantuan alat pembuatan komposit berbahan pasir pada atap galvalum di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Batu.
Senin, 05 Juni 2023
Minggu, 03 Juli 2022
logo aba bengkel junrejo
alhamdulillah, ABA (abdurrahman Bin Auf) Bengkel sudah beroperasi, semoga dapat membantu keuangan pondok.. aamiinn
Langganan:
Postingan (Atom)









































